Namun, sangat penting untuk dipahami terlebih dahulu: Asia bukanlah satu pasar tunggal. Berbeda dengan wilayah lain, lanskap media sosial di Asia sangat beragam dan terfragmentasi. Apa yang populer di Tiongkok sama sekali berbeda dengan di India atau di Jepang.
Oleh karena itu, tidak ada daftar "Top 10" dengan persentase tunggal yang akurat untuk seluruh benua Asia. Platform seperti Facebook, YouTube, dan WhatsApp dilarang di Tiongkok, yang memiliki lebih dari satu miliar pengguna internet.
Cara terbaik untuk memahami popularitas media sosial di Asia adalah dengan melihatnya dalam dua kelompok utama:
Kelompok 1: Raksasa Global (Populer di Sebagian Besar Asia)
Platform-platform ini memiliki jumlah pengguna yang sangat besar dan dominan di hampir semua negara Asia, kecuali Tiongkok.
- YouTube: Platform video ini adalah yang paling dominan secara universal di seluruh Asia (di luar Tiongkok) untuk konsumsi konten video. India (491 juta pengguna) dan Indonesia (143 juta pengguna) adalah beberapa pasar terbesarnya di dunia.
- WhatsApp: Aplikasi pesan instan nomor satu di Asia Selatan (India, Pakistan, Bangladesh) dan Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Singapura). Menjadi alat komunikasi utama sehari-hari.
- Facebook: Masih menjadi jejaring sosial dengan basis pengguna terbesar di banyak negara Asia, terutama di India, Indonesia, Filipina, dan Vietnam. Digunakan untuk terhubung dengan teman dan komunitas.
- Instagram: Sangat populer di kalangan audiens yang lebih muda untuk berbagi konten visual (foto dan Reels). India, Indonesia, dan Brasil adalah tiga pasar teratasnya secara global.
- TikTok: Mengalami pertumbuhan paling eksplosif di seluruh Asia Tenggara dan Selatan. Menjadi platform utama untuk hiburan video pendek dan penemuan tren.
- Telegram: Aplikasi pesan kedua yang sangat populer di banyak negara Asia, sering digunakan untuk grup komunitas besar dan channel informasi.
- X (sebelumnya Twitter): Populer untuk berita real-time dan diskusi publik, dengan basis pengguna yang sangat kuat terutama di Jepang dan Indonesia.
Kelompok 2: Raksasa Regional & Lokal (Dominan di Negara Tertentu)
Platform-platform ini adalah "raja" di negara masing-masing dan sering kali lebih penting daripada platform global.
- WeChat (微信 - Wēixìn)
- Wilayah Dominan: Tiongkok.
- Keterangan: Ini bukan sekadar media sosial, melainkan "aplikasi super" yang menjadi pusat kehidupan digital di Tiongkok. Digunakan untuk segalanya: chatting, media sosial, pembayaran digital, belanja, memesan taksi, dan layanan pemerintah. Memiliki lebih dari 1,3 miliar pengguna aktif.
- LINE
- Wilayah Dominan: Jepang, Thailand, Taiwan.
- Keterangan: Aplikasi pesan utama di negara-negara ini, mengalahkan WhatsApp dan Messenger. Sangat terintegrasi dengan budaya lokal melalui stiker karakter yang populer dan layanan lainnya. Di Thailand, 90.6% pengguna internet memakai LINE.
- KakaoTalk (카카오톡)
- Wilayah Dominan: Korea Selatan.
- Keterangan: Memiliki tingkat penetrasi pasar yang mendekati 100% di Korea Selatan. Seperti WeChat, KakaoTalk telah berkembang menjadi ekosistem layanan yang luas, termasuk pembayaran (KakaoPay) dan transportasi (Kakao T).
Kesimpulan